Sabtu, 16 April 2022

SEROJA MELANDA, GENCANAYO

Ini yang saya rasakan kala itu terjadi...



RINDU DAN RISAU

Izinkan Aisyah menceritakan bagiaman rasannya disambut oleh kesedihan sekaligus kesusahan di bulan ini.

Sendiri berteman bayangan di dekap sunyinya ruangan kost sebenarnya hal biasa. Hidup sendiri di perantauan bukan lagi masalah. Karena pandemi kami terlatih belajar mandiri dan menegarkan diri menatap virtual perkuliahan walau kian mulai menjenuhkan. Menjalani konsekuensi berani bermimpi hngga kini melahap materi tanpa temu  berikut dihidangkan sajian tugas kian menjadi konsumsi sehari-hari

April 2021, bulan yang saya nantikan untuk kembali pulang ke rumah hadir memberikan banyak kejutan. Kejutan yang mengajarkanku kuat ketika ekpektasi dieliminasi keadaan. Situasi ini mengalahkan resahnya hati di kala pandemi. Ia menghadirkan kerisauan yang dapat mematahkan mimpi dan meracuni rindu yang hampir terobati.

Rindunya hati akan idul fitri dan besarnya mimpi ingin berkumpul bersama keluarga dipatahkan oleh situasi di hari ini, Situasi yang mengharuskanku berdiam diri dengan penuh hati-hati dan harap walau kerisauan mulai mengeliminasi ekspektasi akan rindu yang harusnya terobati di bulan ini. hanya dapat berdoa dan berkaca di balik jendela kesedihan itu . Menatap NTT ku yang sedang tidak baik-baik saja.  PERISTIWA BADAI SEROJA,  untuk kita kembali merefleksi amal perbuatan. Bagaimanapun harus tetap Sabar, ikhlas dan bersyukur sekalipun negeri tercinta NTT  sedang tidak baik-baik saja. Jangan lupa ikhtiar agar selamat

selesai.....

Sampai disini dulu ya sahabat penaku.Semoga  BERMANFAAT dan kamu menikmatinya. Terima kasih untuk yang sudah like dan membagikan. Jangan lupa sempatkan berkomentar ya sobatku. bicarakan isi hati dan pikiran baikmu di kolom komentar demi kebaikan tulisan saya kedepannya dan UNTUK KITA BERSAMA, BERMANFAAT MENGGAPAI KEBAIKAN.

 . wassalamualaiqum wr wb...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar