RINDU
DAN RISAU
Izinkan
Aisyah menceritakan bagiaman rasannya disambut oleh kesedihan sekaligus
kesusahan di bulan ini.
Sendiri
berteman bayangan di dekap sunyinya ruangan kost sebenarnya hal biasa. Hidup
sendiri di perantauan bukan lagi masalah. Karena pandemi kami terlatih belajar mandiri
dan menegarkan diri menatap virtual perkuliahan walau kian mulai menjenuhkan.
Menjalani konsekuensi berani bermimpi hngga kini melahap materi tanpa temu berikut dihidangkan sajian tugas kian menjadi konsumsi sehari-hari
April
2021, bulan yang saya nantikan untuk kembali pulang ke rumah hadir memberikan
banyak kejutan. Kejutan yang mengajarkanku kuat ketika ekpektasi dieliminasi
keadaan. Situasi ini mengalahkan resahnya hati di kala pandemi. Ia menghadirkan
kerisauan yang dapat mematahkan mimpi dan meracuni rindu yang hampir terobati.
Rindunya
hati akan idul fitri dan besarnya mimpi ingin berkumpul bersama keluarga
dipatahkan oleh situasi di hari ini, Situasi yang mengharuskanku berdiam diri
dengan penuh hati-hati dan harap walau kerisauan mulai mengeliminasi ekspektasi
akan rindu yang harusnya terobati di bulan ini. hanya dapat berdoa dan berkaca
di balik jendela kesedihan itu . Menatap NTT ku yang sedang tidak baik-baik
saja. PERISTIWA BADAI SEROJA, untuk kita kembali merefleksi amal perbuatan.
Bagaimanapun harus tetap Sabar, ikhlas dan bersyukur sekalipun negeri tercinta
NTT sedang tidak baik-baik saja. Jangan lupa
ikhtiar agar selamat
selesai.....
Sampai disini dulu ya sahabat penaku.Semoga BERMANFAAT dan kamu menikmatinya. Terima kasih untuk yang sudah like dan membagikan. Jangan lupa sempatkan berkomentar ya sobatku. bicarakan isi hati dan pikiran baikmu di kolom komentar demi kebaikan tulisan saya kedepannya dan UNTUK KITA BERSAMA, BERMANFAAT MENGGAPAI KEBAIKAN.
. wassalamualaiqum wr wb...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar